Baju hasil Acetobacter (sumber:wordpress.com,uniknya.com)
Acetobacter
yang ditambahkan menjadikan wine tersebut berfermentasi menjadi cuka
dan kemudian akan membentuk sebuah jaringan yang menyerupai kulit. Untuk
membentuknya menjadi sebuah pakaian, mereka menggunakan manekin sebagai
dummy untuk membentuk setiap bentuk dan lekukan yang diperlukan.
Setelah itu jaringan tersebut dibiarkan mengering, walaupun jaringan
tersebut sangat sensitif (mudah sobek).
Sejauh
ini, mereka telah menjadikan serat hasil fermentasi wine menjadi ragam
busana seperti kaus dan pakaian renang, hingga saat ini pun mereka masih
mencari cara untuk memperkuat jaringan serat tersebut. Garry Cass,
kepala peneliti, bahkan mengajak seniman Donna Franklin untuk merancang
pakaian wanita. Garry meyakini, bahwa materila yang ia namakan ‘micro
be’, bisa menjadi bahan alternatif pengganti kain seandainya ia bisa
membuatnya menjadi lebih kuat.(**)